image1 image2 image3 image4 image5 image6 image6

AHLAN WA SAHLAN|SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI|RA ISLAMIYAH BENGKULU|SOLUSI PENDIDIKAN ANAK ISLAMI MASA KINI BERBASIS MODERN|MEMBENTUK GENERASI ISLAMI|BERAKHLAK, CERDAS, KREATIF PENUH IMAN DAN TAQWA|PENDIDIKAN TERINTEGRASI ANTARA IMTAQ DAN IPTEK|MEMBIASAKAN PRILAKU ISLAMI DI SETIAP LINGKUNGAN|SUASANA BELAJAR AKTIF, KREATIF, INOVATIF DAN MENYENANGKAN|BERPRESTASI DALAM BIDANG KURIKULER DAN EKSTRAKURIKULER|SEKOLAH UNGGULAN DAN BERSTANDAR INTERNASIONAL

Sikat Gigi Itu Asik

Mengajarkan buah hati agar mau sikat gigi itu memang gampang-gampang susah. Tidak sedikit para ibu yang menjadi senewen lantaran anaknya sulit diajak menyikat gigi, bahkan menolak dengan menangis atau menutup mulut rapat-rapat. Lantas apakah sang Ibu boleh menyerah dan membiarkan gigi anak kotor dan menjadi berlubang? Jangan! Mari simak tips dan fakta mengenai kesehatan gigi anak berikut ini:
1. Cari tahu penyebab anak menolak untuk sikat gigi. 

Gigi anak yang sudah terlanjur berlubang akan terasa nyeri atau tidak nyaman saat gigi disikat. Atau bisa jadi sikat gigi yang digunakan terlalu keras, dimana bulu sikatnya tidak halus. Komunikasikan hal ini dengan anak, dan ajaklah anak untuk periksa gigi ke dokter gigi sejak dini.

2. Berusahalah selalu ceria saat mengajak anak menyikat gigi.

Menerapkan disiplin kepada anak tentu membutuhkan kesabaran, termasuk juga saat mengajarkan anak menyikat gigi. Tunjukkan aura positif Anda kepada anak, dan hindari kalimat bernada perintah apalagi dengan amarah.

3. Dampingi anak dan beri contoh cara menyikat gigi yang benar.

Menurut para ahli, salah satu metode untuk mendidik anak adalah 'modeling', yaitu dengan memberi contoh. Cara ini dikatakan lebih banyak berhasil membuat anak mau menyikat gigi ketimbang orangtua yang hanya menyuruh tanpa mendampingi anaknya.

4. Ajarkan dengan kata-kata yang mendidik bahwa gigi yang tidak disikat akan menyebabkan bau mulut dan sakit gigi.

Hindari mengajari anak dengan mengancam atau menakut-nakuti, misalnya dengan kalimat “Awas, kalau tidak mau sikat gigi nanti disuntik sama dokter!”. Kalimat seperti ini tidak akan efektif dalam mengajak anak mau menyikat gigi, malah akan membuat anak semakin takut ke dokter gigi.

5. Anak berusia dibawah 2 tahun belum bisa berkumur dan belum memiliki kemampuan meludah yang baik. 

Oleh karena itu, di usia tersebut anak belum perlu dibiasakan menggunakan pasta gigi. Meski diklaim aman bagi anak, pasta gigi terbuat dari campuran bahan-bahan yang di antaranya merupakan bahan kimia dan dapat menimbulkan efek samping jika tertelan. Cukup gunakan sikat gigi dan air hangat 2 kali sehari, yaitu pagi dan malam hari sebelum tidur.

6. Gunakan sikat gigi dan pasta gigi anak-anak

Salah satu daya tarik yang membuat anak tertarik untuk menyikat giginya adalah dengan menggunakan sikat gigi yang lucu dan pasta gigi yang beraneka rasa. Ini akan membuat kegiatan menyikat gigi adalah hal yang ia nanti-nantikan.

Berikut ini adalah cara mengajarkan gosok gigi pada anak Anda:

•    Bila usia si kecil 1-1,5 tahun

Usia ini adalah waktu yang ideal untuk memulai pelajaran menggosok gigi. Sebab, gigi susu buah hati Anda sudah mulai tumbuh. Untuk pelajaran pertama, bisa mulai mengajarkan gosok gigi dengan sikat gigi khusus untuk anak-anak. Bulu sikat jangan terlalu keras/lembek/jarang. Ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin. Bisa juga menggunakan sikat gigi lembut yang dapat disarungkan pada jari Anda.

Berikut caranya :

1. Sikat gigi si kecil tanpa menggunakan pasta gigi atau odol, untuk mencegah kemungkinan menelan terlalu banyak fluoride ( F) yang terkandung di dalam pasta gigi.

2. Sikat gigi si kecil dengan gerakan memutar.

3. Bilas dengan memberikan air putih matang yang bersih sehingga tidak berisiko menyebabkan diare jika tertelan.

Untuk membiasakan gosok gigi di usia ini, awalnya anda bisa membiasakan si kecil melihat anda menggosok gigi. Kemudian, biarkan dia memegang sendiri sikat giginya dan bermain sambil meniru gerakan gosok gigi.

•    Bila usia si kecil 1,5-2 tahun

Pada usia ini, si kecil biasanya sudah mulai mampu memegang sikat gigi dan berkumur. Jadi, kini mereka sudah bisa diajari gosok gigi menggunakan pasta gigi khusus untuk Balita, namun pastikan tidak terlalu banyak memakainya. Sebelum memulai pelajaran menyikat gigi, Anda bisa menyiapkan alat-alatnya. Berikan pasta gigi pada sikat giginya sebesar biji jagung. Pesankan kepada si kecil untuk tidak menelan pasta gigi, walau rasanya enak, agar dia dia tidak kelebihan flour.

Berikut cara untuk mengajari si kecil gosok gigi sendiri:

1. Anda dan si kecil berdiri di depan cermin. Dari belakang, pegang tangan si kecil dan arahkan sikat giginya ke gigi yang akan disikat. Suruhlah dia menirukan cara Anda memegang sikat serta cara Anda menggerakkan sikat untuk membersihkan gigi.

2. Berilah dia kesempatan untuk belajar menyikat gigi sendiri, sekali pun belum benar caranya. Ini akan memotivasi mereka untuk membersihkan giginya.

3. Setelah selesai, suruhlah dia berkumur dengan air putih matang yang bersih beberapa kali.

4. Berikan pujian jika mereka dapat melakukannya dengan benar, sehingga mereka senang dan mau menyikat giginya tanpa diminta.

•    Bila usia si kecil lebih dari 2 tahun

Mulai usia 2 tahun, Anda dapat mulai mengajarkan si kecil menggosok gigi dengan metode schrob. Yakni, suatu metode menggosok gigi yang mudah dan sederhana untuk Balita.

Caranya :

1. Gosok gigi depan bagian atas dan bawah dengan arah ke samping kanan dan kiri.

2. Kemudian, seluruh gigi bagian samping, dan seluruh gigi bagian belakang.

3. Kumurlah dengan air bersih beberapa kali. 

Sumber: http://www.klikdokter.com

Share this:

CONVERSATION